PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) akan
mengundang bupati/walikota dan gubernur dari sejumlah wilayah di Indonesia
untuk menghadiri pameran produk mobil karya anak-anak bangsa yakni mobil
Esemka, yang akan digelar selama sepekan mulai Sabtu (10/11) di Solo.
"Saya optimistis seluruh kepala
daerah yang diundang tersebut akan hadir, sehingga mereka bisa melihat secara
langsung mobil Esemka dan mengetahui kualitas produksi anak bangsa tersebut.
Target kita mobil ini bisa menjadi kendaraan operasional dinas pemerintah
daerah di Indonesia," kata Direktur PT SMK Sulistyo Rabono di Solo, Jumat.
Ia mengatakan , dalam pameran
tersebut akan ditampilkan sebanyak 50 unit mobil Esemka dari empat jenis mobil.
Jenis mobil yang dipamerkan yakni SUV Rajawali, Double Cabin Digdaya, dan dua
jenis Pick Up Bima. "Yang terbaru nanti SUV Rajawali dengan mesin 2200 cc,
sebelumnya kan hanya 1500 cc," ujarnya.
Dalam pameran tersebut, juga sudah
menerima pemesanan barang secara resmi. "Sebelumnya kan hanya pesan secara
lisan saja, mulai besok sudah bisa pesan secara resmi dan kita catat. Kemarin
kan kita belum bisa produksi jadi tidak kita iya-kan tapi juga tidak kita
tolak," katanya.
Dikatakan, sebelumnya perakitan
Esemka masih dilakukan di Solo Tecnopark dan pabrik rekanan PT SMK di Cikarang.
Namun, pihaknya telah mengincar lahan di wilayah Solo Raya untuk dijadikan
sebagai Assembly Line.
"Kita sudah menjalin kerjasama
dengan beberapa pihak untuk mencari tambahan lokasi. Kita masih nego, nanti
bisa saja kita beli lahannya atau kita sewa," katanya.
Penanggung Jawab Produksi PT SMK,
Joko Sutrisno menjelaskan, untuk mendirikan pabrik Assembly Line, pihaknya
membutuhkan lahan seluas sekitar 10 hektar. Sejumlah lokasi lahan sudah
diincar, di antaranya lahan di kawasan Boyolali.
Menurut Joko, berada di Desa
Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali dan pihaknya menargetkan, pabrik
assembly line tersebut sudah bisa mulai di bangun pada awal 2013. Sehingga
kapasitas produksi mobil Esemka bisa segera ditingkatkan.
Untuk tahap pertama akan melayani
pemesanan untuk dua jenis mobil yakni SUV Rajawali dan Pick Up Bima. Sementara
untuk jenis lain, masih belum bisa dipesan karena baru dua tipe tersebut yang
sudah mengantongi Sertifikat Uji Tipe.
"Untuk SUV Rajawali harganya
sekitar Rp 130 juta hingga Rp 140 juta. Sementara untuk Bima Rp 65 juta hingga
Rp 75 juta," katanya. (tp) (Solo (ANTARA))
Masuknya
produk otomotif lokal ini ke pasaran nasional menunjukkan bahwa Indonesia mampu
membuat sebuah produk yang berkualitas. Sudah diketahui bahwa masuknya suatu
produk harus memenuhi kriteria tertentu agar dapat dipasarkan. Sebelumya mobil
Esemka pernah mengalami kegagalan saat diuji emisi. Namun saat ini telah dapat
dipasarkan dan direncanakan digunakan sebagai kendaraan para pejabat. Tidak
menutup kemungkinan apabila produk ini sukses dipasaran, dapat menjadi salah
satu produk yang dipasarkan di mancanegara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar