Tentang yang punya blog ini....

Foto saya
Depok, Depok, Indonesia
I just a simple girl who try to be a good person, not for my self but for my parents and my family.I just wanna see them to be proud with me,, I'm not the perfect one, but I always try to be better.

26/11/12

4 Mikrolet Jadi 1 Bus Bikin Gelisah


Untuk menertibkan transportasi Jakarta, rencananya 4 armada mikrolet direvitalisasi menjadi 1 bus berukuran sedang. Namun rencana ini membuat pengusaha mikrolet gelisah.
"Kami paling banyak punya dua mikrolet, rata-rata kurang dari empat mikrolet. Terus kami bagaimana nasibnya," ujar seorang pengusaha mikrolet, MI Silalahi dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPR DKI Jakarta dengan berbagai elemen transportasi ibukota di Gedung DPR DKI, Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Rencana mengubah 4 mikrolet menjadi 1 bus berukuran sedang tersebut disampaikan Ketua Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Kristono. Menanggapi rencana itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengaku baru mengetahui ide ini.
"Kami harus banyak dengar pendapat, ternyata materi banyak yang tidak sistemik, tidak komprehensif. Setelah ini kita akan mengundang Pak Udar untuk memperdalam masukan-masukan dari pengusaha," ujar Triwisaksana.
RDP yang semula direncanakan selesai sebelum akhir tahun ini pun diundur hingga batas waktu yang belum diketahui. Triwisaksono mengaku ingin mendengar pendapat dari semua elemen transportasi yang terlibat di Jakarta. (NDY/SSS : Liputan6.com, Jakarta)
Nampaknya Pemerintah DKI Jakarta serius untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Namun, tentu saja revitalisasi 4 Mikrolet menjadi 1  Bus ini membuat gelisah para pemilik mikrolet. Sebelum melakukan kebijakan tersebut, Pemerintah harus memikirkan bagaimana nasib para pemilik mikrolet dan para sopir yang setiap harinya bermata pencaharian dari mikrolet itu. Pemerintah harus memberikan solusi  terbaik yang menguntungkan bagi para pemilik maupun sopir mikrolet, agar mereka tetap dapat berpenghasilan dari pelaksanaan kebijakan tsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar