Outline Artikel
Judul : Bahaya Narkoba
Kerangka Karangan
Kata Pengantar
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Identifikasi Masalah
C. Tujuan
D. Metode
BAB II PEMBAHASAN
A.Jenis-Jenis Narkoba dan
Bahayanya
a.1 Opium
a.2 Morphine
a.3 Heroin
a.4 Codeine
a.5 Kokain
a.6 Amfitamine
a.7 Ganja
B. Bahaya Bagi Pelajar
C. Upaya Pencegahan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
C. Daftar Pustaka
Kata Pengantar
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat
Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan
untuk menyelesaikan tugas Karya Ilmiah Bahasa Indonesia InI. Tidak lupa
juga Saya capkan terima kasih kepada guru bahasa Indonesia yaitu Ibu NURLELA
yang telah membimbing Saya agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun
karya tulis ilmiah Ini.
Karya Ilmiah Ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang Bahayanya Narkoba, yang Saya sajikan berdasarkan pengamatan dari
berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh Saya dengan berbagai rintangan. Baik
itu yang datang dari diri Saya maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya Karya Ilmiah ini
dapat terselesaikan.
semoga Karya Ilmiah Saya Dapat bermanfaat bagi Para
Mahasiswa, Pelajar, Umum Khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang
membaca Karya Tulis Saya ini, Dan Mudah mudahan Juga dapat
memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca . Walaupun Karya Ilmiah ini
memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima
kasih
Penulis Artikel
M.Suteja
Bahaya Narkoba
I.Pendahuluan
A.Latar Belakang
Bahaya narkoba atau narkotika telah
diketahui secara luas. Namun masih, saja banyak yang doyan menikmati barang
laknat itu. Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja sih yang termasuk dalam
golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya.
Mitra muda, tak dapat dipungkiri bahwa
narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh
pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan
kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang
mengkondusifkan kecanduan narkoba.
Manusia yang taat beragama pasti akan
jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada
narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan
narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan
setan.
B.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah,
masalah – masalah yang muncul dapat di identifikasi sebagai berikut :
1. Banyaknya
masyarakat belum mengetahui bahayanya narkoba.
2. Banyaknya
masyarakat belum memiliki pemahaman tentang bahaya narkoba.
3. Banyaknya
masyarakat belum memiliki konsep hidup sehat.
C.
Tujuan
Penulisan karya tulis ini bertujuan :
1. Agar Banyaknya
masyarakat dapat mengetahui bahayanya narkoba.
2. Agar Banyaknya
masyarakat dapat mengetahui pemahaman tentang bahaya narkoba.
3. Agar Banyaknya
masyarakat memiliki konsep hidup sehat.
D.
Metode
Metode Yg Digunakan Dalam Penulisan Ini
AdalahMetode Secara Langsung.
metode ini mengkaji berbagai referensi
tentang bahayanya narkoba.
II. Pembahasan
A. Jenis-jenis
Narkoba Dan Bahayanya
a.1 Opium
Opium adalah jenis
narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau
diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala
Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan
cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi
opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal
ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami
gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan,
maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi
menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya.
Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya.
Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya
melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat
badannya terus menyusut.
a.2 Morphine
Orang yang mengonsumsi
morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang
menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun
terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
Kecanduan bahan narkotika
ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang.
Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu
dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat
pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang
berujung pada kematian.
a.3 Heroin
Bahan narkotika ini
berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan
morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam
menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan
secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan
merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan
konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan
dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun
harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun
keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk
melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat
penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun
akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan,
insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para
pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan
lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di
kalangan pecandu heroin mencapai 40%.
a.4 Codeine
Codeine mengandung opium
dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan
pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi
penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam
beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.
a.5 Kokain
Kokain disuling dari
tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan
(Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga
terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah.
Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada
selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding
antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain
terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber
produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak,
maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan
zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain
merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Setiap tahun, Amerika
Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak
kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin.
Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan
segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut,
hingga halusinasi.
a.6 Amfitamine
Obat ini ditemukan pada
tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka
waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini
merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi
besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan
ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk
melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini
juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi,
ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks
menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”.
Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur
penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.
a.7 Ganja
Ganja memiliki sebutan yang
jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan
konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting
yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).
Bahaya bagi pelajar
Di Indonesia, pencandu
narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada
umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia
produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba
biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.
Karena kebiasaan merokok
ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari
kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut
bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba.
Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Dampak negatif
penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai
berikut:
• Perubahan dalam sikap,
perangai dan kepribadian,
• Sering membolos,
menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
• Menjadi mudah tersinggung
dan cepat marah,
• Sering menguap,
mengantuk, dan malas,
• Tidak memedulikan
kesehatan diri,
• Suka mencuri untuk
membeli narkoba.
C.Upaya
Pencegahan
Berbagai cara telah
dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah peredaran narkoba cara tersebut antara
lain :
•
Mengadakan pengawasan yang ketat terhadap barang barang yang masuk.
•
Memberikan hukuman yang berat terhadap pengedar dan pemakai narkoba.
•
melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan
tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
•
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan
perhatian dan kasih sayang.
• Pihak
sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak
didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di
sekitar lingkungan sekolah.
• Yang
tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan
kepada siswa.
•
Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan
•
keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat.
•
Meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab peran
keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia
menunjukkan bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari
keluarga yang berantakan (broken home).
•
Penanaman nilai sejak dini bahwa Narkoba adalah haram
•
sebagaimana haramnya Babi dan berbuat zina.
•
Meningkatkan peran orang tua dalam mencegah Narkoba, di Rumah oleh Ayah dan
Ibu, di Sekolah oleh Guru/Dosen dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh
masyarakat serta aparat penegak hukum
III.
Penutup
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang
telah diuraikan dapat disimpulkan sebagai berikut :
1)
Masyarakat perlu menghindari diri dari penyebaran narkoba
2) Upaya
pemerintah memberikan penyuluhan tentang penyebaran narkoba
3)
Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan
syaraf
yang bisa merubah sebuah
kepribadian seseorang menjadi semakin buruk
4)
Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma
dan ketentraman umu.
5)
Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara
fisik maupun psikologis.
B.
Saran
1. Hendaknya masyarakat peduli tentang kesehatan
2.
Pemerintah hendaknya segera mencari solusi agar penyebaran narkoba tidak
terjadi lagi
3.
Hendaknya Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap
gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba
sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.
Yang tak kalah penting
adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab terjerumusnya
anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan
keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun,
akhirnya mereka jalani.
Oleh sebab itu, mulai saat
ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan
waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita
sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak
didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk
menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat
terealisasikan dengan baik..
C. Daftar
Pustaka :
http://tejahtc.blogspot.com/2011/02/contoh-karya-ilmiah-tentang-bahayanya.html