Tentang yang punya blog ini....

Foto saya
Depok, Depok, Indonesia
I just a simple girl who try to be a good person, not for my self but for my parents and my family.I just wanna see them to be proud with me,, I'm not the perfect one, but I always try to be better.

14/11/12

Apartemen Laris Terjual



Tren penjualan apartemen/kondominium di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi terus meningkat. Rata-rata lebih dari 6.000 unit apartemen terjual setiap tahun sepanjang 2007-2011. Bahkan, dalam setahun terakhir jumlah apartemen yang terjual mencapai 95 persen dari unit yang tersedia di pasaran. Krisis ekonomi Eropa yang berimbas di Indonesia pada beberapa tahun terakhir juga tidak banyak berpengaruh pada bisnis properti ini.

Harga apartemen yang terus melangit juga tidak banyak memengaruhi minat pembeli. Data yang diolah dari Bank Indonesia menunjukkan, setiap tahun rata-rata harga apartemen naik Rp 7 juta per meter persegi. Bayangkan, harga apartemen per meter persegi yang lima tahun lalu sebesar Rp 9,2 juta sekarang sudah mencapai Rp 16 juta. Bahkan, mengutip data dari konsultan properti Colliers International Indonesia, harga apartemen di central business district (CBD) di Jakarta rata-rata Rp 27,5 juta per meter persegi.

Khusus untuk Jakarta, wilayah Jakarta Selatan dan CBD menjadi pusat sebaran apartemen. Lokasi hunian yang berada di tengah kota atau mendekati pusat kegiatan bisnis lebih diminati dibandingkan dengan lokasi lain. Keunggulan lokasi tersebut menambah daya tarik untuk memiliki hunian vertikal ini, baik untuk ditinggali sendiri maupun sebagai investasi. (Sugihandari/Litbang Kompas)

Nampaknya kebutuhan akan tempat tinggal di daerah yang tinggi tansaksi ekonominya cukup besar. Hal ini terbukti, dengan kenaikan harga tiap tahunnya tidak mengurangi peminat para pembeli. Alasan berinvestasi, menjadi salah satu penjelas mengapa apartemen laris manis terjual. Karena dari tahun ketahun sudah pasti harga jual kembali apartemen lebih tinggi, terlebih apabila didukung dengan kemajuan dan pembangunan kota sekitar. Berbeda dengan berinvestasi dalam bidang otomotif yang harganya semakin menyusut dari tahun ketahun. Hal ini menunjukkan jika kemampuan masyarakat sudah lebih tinggi terhadap minat pembelian maupun investasi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar