JAKARTA - Pada tahun 2013 lalu, ada delapan perusahaan China yang mencatatkan saham di bursa efek Amerika Serikat (AS). Dan sepanjang tahun 2014 ini, sudah ada empat perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) di Wall Street tersebut.
Berdasarkan data dari perusahaan investasi Renaissance Capital, Alibaba akan menjadi perusahaan dengan nilai IPO tersebut. Dengan demikian, perusahaan ini bisa menjadi pemicu perusahaan lain untuk IPO atau tidak di AS.
"Jika IPO Alibaba tidak berjalan sesuai harapan, itu mungkin menjadi alasan freeze bagi perusahaan China untuk listing di AS dalam kurun beberapa waktu. Tapi, jika hasilnya memuaskan, akan banyak perusahaan China berbondong-bondong masuk ke pasar saham AS," jelas Cofounder Doll Capital MAnagement (DCM) David Chao dilansir dari CNBC, Sabtu (10/5/2014).
"Sementara itu, banyak perusahaan China lain melakukan IPO sebelum Alibaba, karena mereka mengetahui perusahaan e-commerce ini akan listing di AS tidak lama lagi," jelas dia.
Tapi, menurut Head Marketing Dolphin Browser, Edith Yeung, kendati langkah IPO Alibaba ini berlangsung dengan sukses, perusahaan China lainnya tidak akan langsung masuk ke pasar saham AS.
Dia mengatakan, perusahaan-perusahaan China akan memperhatikan debut saham Alibaba terlebih dahulu di Wall Street. (rzy)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/09/213/982730/ipo-alibaba-sukses-wall-street-bakal-diserbu-perusahaan-china
Tentang yang punya blog ini....
- Winda Anggraeni
- Depok, Depok, Indonesia
- I just a simple girl who try to be a good person, not for my self but for my parents and my family.I just wanna see them to be proud with me,, I'm not the perfect one, but I always try to be better.
11/05/14
Sejak Awal Tahun, Fed Tak Intervensi Dolar AS
NEW YORK - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve mengklaim tidak melakukan intervensi terhadap pergerakan dolar AS. Federal Reserve Bank of New York menyatakan tidak melakukan pembelian atau penjualan dolar AS pada kuartal pertama.
Melansir Bloomberg, Minggu (11/5/2014), anggaran Treasury Exchange Stabilization Fund, tetap stabil pada USD24 miliar pada akhir Maret dari USD23,8 miliar kuartal sebelumnya. Dana tersebut, terdiri dari likuiditas yen Jepang dan euro.
Sistem Open Market Account milik the Fed, yang menjaga aset dalam denominasi valuta asing, naik ke USD24,03 miliar dari kuartal sebelumnya sebesar USD23,8 miliar pada kuartal sebelumnya.
The Fed New York, yang mengawasi pergerakan keuangan dari Departemen Keuangan dan Bank Sentral dengan dana mencapai USD5,3 triliun per hari, telah melakukan intervensi di pasar mata uang pada 2011 untuk pertama kalinya sejak 2000.
The Fed membeli obligasi mencapai USD1 miliar pada 18 Maret 2011, ketika G7 berusaha menghentikan lonjakan yen, karena Jepang dilanda gempa bumi terburuk sepanjang sejarahnya.
Langkah Bank Sentral AS ini telah membuat dolar AS naik 0,6 persen selama periode tersebut, setelah mencapai level tertinggi sejak Juli 2010 pada awal kuartal. Dolar AS pun tidak berubah terhadap euro dan turun 2 persen terhadap yen.
Namun, ketidakpastian prospek pertumbuhan global, didorong oleh data ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan dan kekacauan politik di pasar negara berkembang, menopang penguatan dolar AS awal tahun ini. Pasalnya, 20 mata uang emerging market tersebut turun 0,1 persen pada kuartal I kemarin.
Mekanisme swap juga disediakan oleh Fed dengan bank sentral dari Jepang, Swiss, Kanada, Meksiko dan Inggris, sebagai bagian dari kebijakan yang diambil sejak 2007, untuk mengatasi dampak dari krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar.
Dengan instrumen untuk likuiditas darurat ini, maka the Fed dapat menyediakan dolar yang diperlukan. Instrumen ini diperkenalkan kembali Mei 2010 dalam menanggapi permintaan baru oleh bank di luar negeri untuk pendanaan berbasis dolar AS. (wdi)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/09/213/982579/sejak-awal-tahun-fed-tak-intervensi-dolar-as
Melansir Bloomberg, Minggu (11/5/2014), anggaran Treasury Exchange Stabilization Fund, tetap stabil pada USD24 miliar pada akhir Maret dari USD23,8 miliar kuartal sebelumnya. Dana tersebut, terdiri dari likuiditas yen Jepang dan euro.
Sistem Open Market Account milik the Fed, yang menjaga aset dalam denominasi valuta asing, naik ke USD24,03 miliar dari kuartal sebelumnya sebesar USD23,8 miliar pada kuartal sebelumnya.
The Fed New York, yang mengawasi pergerakan keuangan dari Departemen Keuangan dan Bank Sentral dengan dana mencapai USD5,3 triliun per hari, telah melakukan intervensi di pasar mata uang pada 2011 untuk pertama kalinya sejak 2000.
The Fed membeli obligasi mencapai USD1 miliar pada 18 Maret 2011, ketika G7 berusaha menghentikan lonjakan yen, karena Jepang dilanda gempa bumi terburuk sepanjang sejarahnya.
Langkah Bank Sentral AS ini telah membuat dolar AS naik 0,6 persen selama periode tersebut, setelah mencapai level tertinggi sejak Juli 2010 pada awal kuartal. Dolar AS pun tidak berubah terhadap euro dan turun 2 persen terhadap yen.
Namun, ketidakpastian prospek pertumbuhan global, didorong oleh data ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan dan kekacauan politik di pasar negara berkembang, menopang penguatan dolar AS awal tahun ini. Pasalnya, 20 mata uang emerging market tersebut turun 0,1 persen pada kuartal I kemarin.
Mekanisme swap juga disediakan oleh Fed dengan bank sentral dari Jepang, Swiss, Kanada, Meksiko dan Inggris, sebagai bagian dari kebijakan yang diambil sejak 2007, untuk mengatasi dampak dari krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar.
Dengan instrumen untuk likuiditas darurat ini, maka the Fed dapat menyediakan dolar yang diperlukan. Instrumen ini diperkenalkan kembali Mei 2010 dalam menanggapi permintaan baru oleh bank di luar negeri untuk pendanaan berbasis dolar AS. (wdi)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/09/213/982579/sejak-awal-tahun-fed-tak-intervensi-dolar-as
RI Soroti Masyarakat Ekonomi di KTT ASEAN
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN di Myanmar. Dalam forum tersebut, pemerintah akan menyampaikan perkembangan terkait dengan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (EEC).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengatakan, Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN di kota Nay Pyi Daw, Myanmar, sangat penting bagi Indonesia, terutama karena KTT ini menjadi yang terakhir bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Untuk itu, Indonesia akan menyampaikan visi Indonesia atas 10 tahun terakhir pencapaian masyarakat ASEAN,” kata Marty dilansir dari laman setkab, Minggu (11/5/2014).
Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, Presiden SBY akan memanfaatkan kehadirannya untuk mengajak negara-negara anggota ASEAN agar semakin mempersiapkan diri dalam memasuki Komunitas ASEAN 2015, di tengah berbagai perubahan dan tantangan internasional yang mengemuka.
Selain itu, Presiden SBY juga akan menyampaikan harapannya bagi keberlanjutan kohesifitas di dalam ASEAN di tengah berbagai tantangan yang mengemuka di masa kini dan masa datang.
Selain ke Myanmar, Presiden SBY juga akan menghadiri KTT Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina Philippines East Asian Growth Area (BIMP-EAGA). (wdi)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/11/20/983265/ri-soroti-masyarakat-ekonomi-di-ktt-asean
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengatakan, Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN di kota Nay Pyi Daw, Myanmar, sangat penting bagi Indonesia, terutama karena KTT ini menjadi yang terakhir bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Untuk itu, Indonesia akan menyampaikan visi Indonesia atas 10 tahun terakhir pencapaian masyarakat ASEAN,” kata Marty dilansir dari laman setkab, Minggu (11/5/2014).
Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, Presiden SBY akan memanfaatkan kehadirannya untuk mengajak negara-negara anggota ASEAN agar semakin mempersiapkan diri dalam memasuki Komunitas ASEAN 2015, di tengah berbagai perubahan dan tantangan internasional yang mengemuka.
Selain itu, Presiden SBY juga akan menyampaikan harapannya bagi keberlanjutan kohesifitas di dalam ASEAN di tengah berbagai tantangan yang mengemuka di masa kini dan masa datang.
Selain ke Myanmar, Presiden SBY juga akan menghadiri KTT Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina Philippines East Asian Growth Area (BIMP-EAGA). (wdi)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/11/20/983265/ri-soroti-masyarakat-ekonomi-di-ktt-asean
Nasabah Kredit Bermasalah China Mulai Turun
BEIJING - Bank-bank China terus melaporkan penurunan pada kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). Kredit bermasalah mulai turun, setelah adanya ekspansi kredit besar-besaran pada 2009 dan penurunan baru-baru dalam pertumbuhan ekonomi.
Ekonom Senior Oxford Economics, Adam Slater, mengatakan ada sejumlah pendekatan yang menunjukkan bahwa kualitas aset yang secara substansial bisa menjadi lebih buruk daripada angka resmi.
"Kredit macet jauh lebih tinggi setelah ekspansi kredit besar sebelumnya di China pada 1990-an," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/5/2014).
Secara resmi, kredit macet China yang dilaporkan oleh bank-bank Cina pada 2013 mencapai 592 miliar reminbi, naik 20 persen dari tahun sebelumnya. Namun, tingkat NPL masih tetap rendah, hanya 1 persen dari pinjaman.
Saham perbankan China kini diperdagangkan di bawah nilai buku, karena adanya pengalaman Jepang tahun 1990-an, dan bukti sejarah cross-country pada NPL setelah booming kredit, menunjukkan NPL jauh lebih tinggi saat pelaporan.
"Situasi di China diperumit oleh pertumbuhan besar sektor shadow banking, di mana banyak aset bermasalah mungkin disembunyikan. Secara keseluruhan, rasio kredit macet dari 10-20 persen dari yang terlihat sangat mungkin, setara dengan 6-12 triliun reminbi atau USD1-1,9 triliun," tukas dia.
Proyeksi sederhana berdasarkan pengalaman 1990 menunjukkan rasio NPL jauh lebih tinggi setelah adanya laporan resmi. Dari periode 1995-1999, pangsa NPL naik 13 persen, sedangkan rasio kredit per GDP meningkat 27 persen. "Dari 2008-2012, rasio kredit per GDP meningkat 30 persen, menyiratkan kemungkinan kenaikan dalam rasio NPL sekitar 15 persen," tukas dia. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/09/213/982762/nasabah-kredit-bermasalah-china-mulai-turun
Ekonom Senior Oxford Economics, Adam Slater, mengatakan ada sejumlah pendekatan yang menunjukkan bahwa kualitas aset yang secara substansial bisa menjadi lebih buruk daripada angka resmi.
"Kredit macet jauh lebih tinggi setelah ekspansi kredit besar sebelumnya di China pada 1990-an," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/5/2014).
Secara resmi, kredit macet China yang dilaporkan oleh bank-bank Cina pada 2013 mencapai 592 miliar reminbi, naik 20 persen dari tahun sebelumnya. Namun, tingkat NPL masih tetap rendah, hanya 1 persen dari pinjaman.
Saham perbankan China kini diperdagangkan di bawah nilai buku, karena adanya pengalaman Jepang tahun 1990-an, dan bukti sejarah cross-country pada NPL setelah booming kredit, menunjukkan NPL jauh lebih tinggi saat pelaporan.
"Situasi di China diperumit oleh pertumbuhan besar sektor shadow banking, di mana banyak aset bermasalah mungkin disembunyikan. Secara keseluruhan, rasio kredit macet dari 10-20 persen dari yang terlihat sangat mungkin, setara dengan 6-12 triliun reminbi atau USD1-1,9 triliun," tukas dia.
Proyeksi sederhana berdasarkan pengalaman 1990 menunjukkan rasio NPL jauh lebih tinggi setelah adanya laporan resmi. Dari periode 1995-1999, pangsa NPL naik 13 persen, sedangkan rasio kredit per GDP meningkat 27 persen. "Dari 2008-2012, rasio kredit per GDP meningkat 30 persen, menyiratkan kemungkinan kenaikan dalam rasio NPL sekitar 15 persen," tukas dia. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/09/213/982762/nasabah-kredit-bermasalah-china-mulai-turun
10/05/14
Pemerintah Didesak Revisi Target Penerimaan Pajak
TEMPO.CO , Jakarta - Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih meminta pemerintah segera merevisi target penerimaan pajak tahun ini. Menurut dia, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2014 yang diperkirakan hanya akan mencapai 5,5 persen akan berdampak langsung pada penerimaan pajak dan belanja negara.
"Penerimaan pajak saya kira akan turun signifikan dan pemerintah harus menyesuaikan dengan rencana belanja yang telah ditetapkan dalam APBN 2014," kata Lana, Sabtu 10 Mei 2014.
Menurut dia, dengan anjloknya penerimaan pajak, pemerintah harus menyusun kembali rencana belanja pemerintah dan defisit anggaran. "Kalau porsi belanja masih sama dengan target APBN, maka otomatis defisit dan utang pemeirntah akan bertambah. Ini harus segera diajukan dalam APBN Perubahan," ujarnya.
Menurut Lana, opsi kenaikan harga bahan bakar minyak akan kembali menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mengurangi pengeluaran belanja. Jika harga BBM naik, maka beban belanja subsidi pemerintah akan bisa berkurang. "Itu pilihan kalau belanja dan utang tetap. Tapi tentu harus dikombinasikan juga dengan pemangkasan belanja," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya akan mencapai 5,5 persen, terjun bebas dari target sebelumnya antara 5,7 hingga 6 persen.
Revisi target pertumbuhan tersebut berkaca dari realisasi pertumbuhan kuartal I yang hanya mencapai 5,21 persen. Dia mengakui melambatnya ekonomi otomatis akan berdampak pada anjloknya penerimaan pajak. Adapun tahun ini, target penerimaan pajak disepakati Rp 1.110 triliun. Hingga 28 April lalu, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 281,7 triliun.
Sumber : Tempo.Co; Angga Sukma Wijaya
"Penerimaan pajak saya kira akan turun signifikan dan pemerintah harus menyesuaikan dengan rencana belanja yang telah ditetapkan dalam APBN 2014," kata Lana, Sabtu 10 Mei 2014.
Menurut dia, dengan anjloknya penerimaan pajak, pemerintah harus menyusun kembali rencana belanja pemerintah dan defisit anggaran. "Kalau porsi belanja masih sama dengan target APBN, maka otomatis defisit dan utang pemeirntah akan bertambah. Ini harus segera diajukan dalam APBN Perubahan," ujarnya.
Menurut Lana, opsi kenaikan harga bahan bakar minyak akan kembali menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mengurangi pengeluaran belanja. Jika harga BBM naik, maka beban belanja subsidi pemerintah akan bisa berkurang. "Itu pilihan kalau belanja dan utang tetap. Tapi tentu harus dikombinasikan juga dengan pemangkasan belanja," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya akan mencapai 5,5 persen, terjun bebas dari target sebelumnya antara 5,7 hingga 6 persen.
Revisi target pertumbuhan tersebut berkaca dari realisasi pertumbuhan kuartal I yang hanya mencapai 5,21 persen. Dia mengakui melambatnya ekonomi otomatis akan berdampak pada anjloknya penerimaan pajak. Adapun tahun ini, target penerimaan pajak disepakati Rp 1.110 triliun. Hingga 28 April lalu, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 281,7 triliun.
Sumber : Tempo.Co; Angga Sukma Wijaya
Pertumbuhan Sewa Kantor Jakarta Tertinggi di Dunia
TEMPO.CO, Jakarta - Hasil riset lembaga konsultan properti komersial Cushman & Wakefield menempatkan Jakarta sebagai kota dengan pertumbuhan harga sewa kantor tertinggi di dunia. Menurut Managing Director Research Cushman & Wakefield Asia Pasifik, Sigrid Zialcita, pada 2013 pertumbuhan harga sewa kantor di Jakarta mencapai 30 persen.
"Tertinggi di seluruh dunia selama dua tahun berturut-turut dengan harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2011," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Desember 2013.
Naiknya harga sewa dan permintaan ruang kantor di Jakarta jauh lebih tinggi ketimbang kota-kota lain di Asia, yang rata-rata hanya tumbuh satu digit. Pertumbuhan harga di Jakarta bisa disejajarkan dengan London, Stockholm, dan Frankfurt yang juga tumbuh dua digit. Konstruksi-konstruksi baru dan perbaikan pasar properti memacu pertumbuhan harga sewa.
Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, mengatakan pertumbuhan harga sewa perkantoran di Jakarta didorong permintaan yang tinggi dan pasokan yang rendah. Arief memperkirakan ruang untuk kantor di Jakarta masih akan naik sekitar 25 persen tahun 2014. Namun, pertumbuhan harga sewa baru melambat menjadi 20-25 persen pada 2015 karena banyak pasokan baru.
Berikut 10 kota dengan pertumbuhan harga sewa kantor tertinggi di dunia
1. Jakarta (25 persen)
2. Dublin (13 persen)
3. Boston (11 persen)
4. San Fransisco (8 persen)
5. London (7,5 persen)
6. Singapura (7 persen)
7. Tokyo (6,5 persen)
8. Seattle (6 persen)
9. Manila (5,5 persen)
10. New York (5 persen)
Sumber : Tempo.co ; Pingit Aria
"Tertinggi di seluruh dunia selama dua tahun berturut-turut dengan harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2011," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Desember 2013.
Naiknya harga sewa dan permintaan ruang kantor di Jakarta jauh lebih tinggi ketimbang kota-kota lain di Asia, yang rata-rata hanya tumbuh satu digit. Pertumbuhan harga di Jakarta bisa disejajarkan dengan London, Stockholm, dan Frankfurt yang juga tumbuh dua digit. Konstruksi-konstruksi baru dan perbaikan pasar properti memacu pertumbuhan harga sewa.
Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, mengatakan pertumbuhan harga sewa perkantoran di Jakarta didorong permintaan yang tinggi dan pasokan yang rendah. Arief memperkirakan ruang untuk kantor di Jakarta masih akan naik sekitar 25 persen tahun 2014. Namun, pertumbuhan harga sewa baru melambat menjadi 20-25 persen pada 2015 karena banyak pasokan baru.
Berikut 10 kota dengan pertumbuhan harga sewa kantor tertinggi di dunia
1. Jakarta (25 persen)
2. Dublin (13 persen)
3. Boston (11 persen)
4. San Fransisco (8 persen)
5. London (7,5 persen)
6. Singapura (7 persen)
7. Tokyo (6,5 persen)
8. Seattle (6 persen)
9. Manila (5,5 persen)
10. New York (5 persen)
Sumber : Tempo.co ; Pingit Aria
Bunga KPR Tinggi, Konsumen Tunda Beli Rumah
TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan Presiden (pilpres) yang dilaksanakan tahun ini ikut melambungkan harga rumah. Pasalnya, tren suku bunga kredit properti stabil tinggi usai pesta demokrasi tersebut.
Salah satu agen pemasaran Marketing TamansariSwara, grup WIKA Realty, Gufron, menyatakan, keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,5 persen ikut memicu kenaikan harga rumah. Hal ini makin diperparah dengan kenaikan harga bahan material.
“(Harga jual) bisa naik hingga 30 persen jika dibandingkan tahun lalu,” ujar Gufron, di REI Expo 2014, Jakarta Convention Center, Ahad, 11 Mei 2014. BI Rate bertahan di angka 7,5 persen sepanjang tujuh bulan terakhir sejak November 2013 lalu, sementara suku bunga kredit properti saat ini berkisar di atas level 10 persen.
Dengan kondisi tersebut, tidak mengherankan berdampak pada penurunan minat konsumen melakukan transaksi. "Akhirnya konsumen menahan diri dulu sampai turun (suku bunga)," tutur Gufron.
Hal senada diungkapkan Kusdinar, agen pemasaran Vila Bogor Indah. Ia menilai suku acuan bank saat ini cukup memberatkan konsumen. "Sebelumnya kami bermain aman di kisaran 7 persen, sekarang rata-rata (bunga KPR) 9-11 persen," katanya.
Untuk mensiasati hal ini, kata Kusdinar, sejumlah konsumen mulai beralih menggunakan suku bunga syariah meskipun dengan harga uang muka rumah yang terbilang tinggi. "Suku bunganya tetap hingga akhir, jadi tanpa bingung harus memikirkannya lagi," ucapnya.
Sumber : Tempo.co ; Jayadi Supriadin
Salah satu agen pemasaran Marketing TamansariSwara, grup WIKA Realty, Gufron, menyatakan, keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,5 persen ikut memicu kenaikan harga rumah. Hal ini makin diperparah dengan kenaikan harga bahan material.
“(Harga jual) bisa naik hingga 30 persen jika dibandingkan tahun lalu,” ujar Gufron, di REI Expo 2014, Jakarta Convention Center, Ahad, 11 Mei 2014. BI Rate bertahan di angka 7,5 persen sepanjang tujuh bulan terakhir sejak November 2013 lalu, sementara suku bunga kredit properti saat ini berkisar di atas level 10 persen.
Dengan kondisi tersebut, tidak mengherankan berdampak pada penurunan minat konsumen melakukan transaksi. "Akhirnya konsumen menahan diri dulu sampai turun (suku bunga)," tutur Gufron.
Hal senada diungkapkan Kusdinar, agen pemasaran Vila Bogor Indah. Ia menilai suku acuan bank saat ini cukup memberatkan konsumen. "Sebelumnya kami bermain aman di kisaran 7 persen, sekarang rata-rata (bunga KPR) 9-11 persen," katanya.
Untuk mensiasati hal ini, kata Kusdinar, sejumlah konsumen mulai beralih menggunakan suku bunga syariah meskipun dengan harga uang muka rumah yang terbilang tinggi. "Suku bunganya tetap hingga akhir, jadi tanpa bingung harus memikirkannya lagi," ucapnya.
Sumber : Tempo.co ; Jayadi Supriadin
TUGAS III SOFTSKILL AKUNTANSI INTERNASIONAL
Soal
1.
Apa saja empat langkah dalam melakukan analisis usaha dengan menggunakan
laporan keuangan? Mengapa dalam masing –
masing tahap analisis dalam konteks lintas batas lebih sukar dibandingkan
dengan analisis dalam suatu negara?
Jawaban :
Empat langkah dalam melakukan analisis
usaha dengan menggunakan laporan keuangan yaitu :
1.
Analisis
Strategi Usaha Internasional
2.
Analisis
Akuntansi
3.
Analisis
Keuangan
4.
Analisis
Prospektif Internasional
Dalam masing – masing
tahap analisis dalam konteks lintas batas lebih sukar dibandingkan dengan
analisis dalam suatu negara karena kurang andalnya informasi mengenai
perkembangan makro ekonomi yang disebabkan seperti berikut ini :
1. Karena
keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan
menggunakan metode riset tradisional menjadi sukar dilakukan.
2.
Karena
perbedaan antar negara dalam kualitas pengukuran, pengungkapan dan kualitas
audit.
3. Karena adanya perbedaan budaya, serta
kondisi persaingan dan ekonomi lokal mempengaruhi interpretasi ukuran akuntansi
dan rasio keuangan sehingga tahap analisis dalam konteks antar batas lebih
sukar dibandingkan dengan analisis dalam 1 negara.
Soal
2. Jika anda diminta untuk memberikan lima rekomendasi terpenting
yang dapat anda
pikirkan kepada pihak – pihak
lain yang sedang menganalisis laporan keuangan asing, apa saja rekomendasi
tersebut?
Jawaban :
Apabila saya diminta memberikan lima
rekomendasi kepada pihak – pihak
lain yang sedang menganalisis laporan keuangan asing maka saya
akan memberikan lima rekomendasi
, yaitu:
- Memahami sistem akuntansi dan praktik bisnis.
- Memahami variabel lingkungan seperti pendanaan eksternal, keterkaitan politik dan ekonomi suatu Negara.
- Memperhatikan budaya dan nilai sosial yang mempengaruhi sistem akuntansi.
- Harus memperhatikan ketepatan waktu, bahasa dan termonologi.
- Memperhatikan perbedaan pengukuran akuntansi.
Langganan:
Postingan (Atom)