Menteri
Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan mengurangi
impor beras ke dalam negeri.
"Kecuali kalau terjadi musibah. Jadi saat
ini impor tak lebih dari lima persen kebutuhan," ujar Hatta dalam rapat
bersama Badan Anggaran di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (1/10), "Kita
impor sapi juga jauh berkurang sekarang ini, beda pada waktu Idul Adha."
Beberapa hari lalu, kepada pers, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan saat ini Indonesia telah mencapai swasembada beras. Tahun ini produksi beras nasional diperkirakan mencapai 38,564 juta ton, lebih banyak dari kebutuhan konsumsi beras nasional sebesar 33,035 juta ton.
Meski telah mencapai swasembada, kata Rusman, pemerintah tetap mengimpor. "Impor beras itu untuk tambahan cadangan ketahanan pangan atau memperkuat stok target surplus yang diinginkan Presiden, yakni 10 juta ton per tahun," ujarnya.
Beberapa hari lalu, kepada pers, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan saat ini Indonesia telah mencapai swasembada beras. Tahun ini produksi beras nasional diperkirakan mencapai 38,564 juta ton, lebih banyak dari kebutuhan konsumsi beras nasional sebesar 33,035 juta ton.
Meski telah mencapai swasembada, kata Rusman, pemerintah tetap mengimpor. "Impor beras itu untuk tambahan cadangan ketahanan pangan atau memperkuat stok target surplus yang diinginkan Presiden, yakni 10 juta ton per tahun," ujarnya.
Terkait peningkatan ketahanan pangan, Hatta
menambahkan, pemerintah akan menambah lahan pertanian. Tak hanya itu, pihaknya
juga akan menambah frekuensi panen. "Misalnya, dalam setahun petani hanya
memanen satu kali setahun, bisa menjadi dua atau tiga kali setahun," ujarnya.
(ALI/YUS) ( Pertanian | oleh Rochmanuddin, Liputan6.com, Jakarta)
Pengurangan
impor beras ini merupakan salah satu tindakan yang tepat disamping karena sudah
cukupnya persediaan beras bagi konsumsi nasional, tentunya juga dapat
mengangkat perekonomian petani nasional. Seperti diketahui belakangan ini
pasaran di banjiri oleh produk-produk impor yang harganya lebih murah dibanding
dengan produk lokal. Dan hal ini tentunya sangat merugikan bagi para petani
tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar