Kunjungan Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo ke kawasan kompleks rumah susun sewa (rusunawa) Marunda,
Jakarta Utara, pada Kamis pekan lalu, membawa berkah bagi pengelola rusunawa.
Pengelola retribusi mengungkapkan, setelah kunjungan Jokowi--sapaan Joko
Widodo--justru retribusi sewa penghuni melonjak tajam hingga 200 persen.
Padahal, saat berkunjung ke sana, Jokowi sempat
berujar untuk meningkatkan minat terhadap rusunawa Marunda, bila perlu diberi
subsidi penuh atau menggratiskan selama periode tertentu.
"Biasanya, Rp 2-5 juta sehari, kemarin,
Jumat, sampai Rp 10 juta lebih," ujar anggota Staf Administrasi Rusunawa
Marunda, Yosep Sipayung, pada Senin, 22 Oktober 2012. Rupanya, kedatangan orang
nomor satu di Jakarta tersebut mampu mengingatkan penghuni kompleks untuk bayar
sewa (retribusi) tepat waktu.
Pengelola 700 unit tersebut mengatakan
pembayaran sewa tiap unit berselisih sekitar Rp 7 ribu. Lantai dasar, kelompok
warga tidak mampu, bersubsidi hanya membayar Rp 150 ribu, lantai V Rp 128 ribu
per kamar ukuran 30 meter persegi, sedangkan penghuni non-subsidi harga sewa
per kamarnya mencapai Rp 371 ribu untuk lantai satu dan Rp 304 ribu untuk
lantai V. "Tidak semuanya bayar tiap bulan, ada yang nunggak juga," kata dia.
Hingga kini, sejak rusunawa dihuni pada 2008,
tunggakan sewa dari seluruh penghuni mencapai 410 unit dengan kerugian hingga
Rp 3,2 miliar. "Itu total akumulasi tunggakan, kami akan terus berupaya
supaya mereka bayar," kata dia.
Asri Hidayat, pengelola lainnya, menambahkan,
hingga kini, dari sekitar 26 blok atau sekitar 2.600 unit kamar rusunawa
Marunda yang dibangun pemerintah, baru sekitar 700 unit yang dihuni, sedangkan
sisanya masih sepi peminat. "Masih banyak yang kosong."
Belum terealisasinya penyerahan pengelolaan dari
Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat terhadap dua cluster kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
menyebabkan aset tersebut terbengkalai. Akibatnya, banyak fasilitas pendukung
rusun raib dicuri. "Mungkin hanya sekitar 20 persen yang masih tersisa di
luar bangunan," ujarnya. (TEMPO.CO, Jakarta : JAYADI
SUPRIADIN)
Dapat dibayangkan apabila
Gubernur DKI tersebut mengunjungi tempat-tempat lain yang memang membutuhkan
dukungan dalam bidang peningkatan kegiatan ekonominya, pasti akan sangat
membantu perekonomian orang-orang sekitar maupun orang-orang yang
menggantungkan hidupnya dari penghasilan tempat-tempat yang dikunjungi Gubernur
DKI tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar