TEMPO.CO , Jakarta - Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih meminta pemerintah segera merevisi target penerimaan pajak tahun ini. Menurut dia, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2014 yang diperkirakan hanya akan mencapai 5,5 persen akan berdampak langsung pada penerimaan pajak dan belanja negara.
"Penerimaan pajak saya kira akan turun signifikan dan pemerintah harus menyesuaikan dengan rencana belanja yang telah ditetapkan dalam APBN 2014," kata Lana, Sabtu 10 Mei 2014.
Menurut dia, dengan anjloknya penerimaan pajak, pemerintah harus menyusun kembali rencana belanja pemerintah dan defisit anggaran. "Kalau porsi belanja masih sama dengan target APBN, maka otomatis defisit dan utang pemeirntah akan bertambah. Ini harus segera diajukan dalam APBN Perubahan," ujarnya.
Menurut Lana, opsi kenaikan harga bahan bakar minyak akan kembali menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mengurangi pengeluaran belanja. Jika harga BBM naik, maka beban belanja subsidi pemerintah akan bisa berkurang. "Itu pilihan kalau belanja dan utang tetap. Tapi tentu harus dikombinasikan juga dengan pemangkasan belanja," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya akan mencapai 5,5 persen, terjun bebas dari target sebelumnya antara 5,7 hingga 6 persen.
Revisi target pertumbuhan tersebut berkaca dari realisasi pertumbuhan kuartal I yang hanya mencapai 5,21 persen. Dia mengakui melambatnya ekonomi otomatis akan berdampak pada anjloknya penerimaan pajak. Adapun tahun ini, target penerimaan pajak disepakati Rp 1.110 triliun. Hingga 28 April lalu, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 281,7 triliun.
Sumber : Tempo.Co; Angga Sukma Wijaya
Tentang yang punya blog ini....
- Winda Anggraeni
- Depok, Depok, Indonesia
- I just a simple girl who try to be a good person, not for my self but for my parents and my family.I just wanna see them to be proud with me,, I'm not the perfect one, but I always try to be better.
10/05/14
Pertumbuhan Sewa Kantor Jakarta Tertinggi di Dunia
TEMPO.CO, Jakarta - Hasil riset lembaga konsultan properti komersial Cushman & Wakefield menempatkan Jakarta sebagai kota dengan pertumbuhan harga sewa kantor tertinggi di dunia. Menurut Managing Director Research Cushman & Wakefield Asia Pasifik, Sigrid Zialcita, pada 2013 pertumbuhan harga sewa kantor di Jakarta mencapai 30 persen.
"Tertinggi di seluruh dunia selama dua tahun berturut-turut dengan harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2011," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Desember 2013.
Naiknya harga sewa dan permintaan ruang kantor di Jakarta jauh lebih tinggi ketimbang kota-kota lain di Asia, yang rata-rata hanya tumbuh satu digit. Pertumbuhan harga di Jakarta bisa disejajarkan dengan London, Stockholm, dan Frankfurt yang juga tumbuh dua digit. Konstruksi-konstruksi baru dan perbaikan pasar properti memacu pertumbuhan harga sewa.
Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, mengatakan pertumbuhan harga sewa perkantoran di Jakarta didorong permintaan yang tinggi dan pasokan yang rendah. Arief memperkirakan ruang untuk kantor di Jakarta masih akan naik sekitar 25 persen tahun 2014. Namun, pertumbuhan harga sewa baru melambat menjadi 20-25 persen pada 2015 karena banyak pasokan baru.
Berikut 10 kota dengan pertumbuhan harga sewa kantor tertinggi di dunia
1. Jakarta (25 persen)
2. Dublin (13 persen)
3. Boston (11 persen)
4. San Fransisco (8 persen)
5. London (7,5 persen)
6. Singapura (7 persen)
7. Tokyo (6,5 persen)
8. Seattle (6 persen)
9. Manila (5,5 persen)
10. New York (5 persen)
Sumber : Tempo.co ; Pingit Aria
"Tertinggi di seluruh dunia selama dua tahun berturut-turut dengan harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2011," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Desember 2013.
Naiknya harga sewa dan permintaan ruang kantor di Jakarta jauh lebih tinggi ketimbang kota-kota lain di Asia, yang rata-rata hanya tumbuh satu digit. Pertumbuhan harga di Jakarta bisa disejajarkan dengan London, Stockholm, dan Frankfurt yang juga tumbuh dua digit. Konstruksi-konstruksi baru dan perbaikan pasar properti memacu pertumbuhan harga sewa.
Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, mengatakan pertumbuhan harga sewa perkantoran di Jakarta didorong permintaan yang tinggi dan pasokan yang rendah. Arief memperkirakan ruang untuk kantor di Jakarta masih akan naik sekitar 25 persen tahun 2014. Namun, pertumbuhan harga sewa baru melambat menjadi 20-25 persen pada 2015 karena banyak pasokan baru.
Berikut 10 kota dengan pertumbuhan harga sewa kantor tertinggi di dunia
1. Jakarta (25 persen)
2. Dublin (13 persen)
3. Boston (11 persen)
4. San Fransisco (8 persen)
5. London (7,5 persen)
6. Singapura (7 persen)
7. Tokyo (6,5 persen)
8. Seattle (6 persen)
9. Manila (5,5 persen)
10. New York (5 persen)
Sumber : Tempo.co ; Pingit Aria
Bunga KPR Tinggi, Konsumen Tunda Beli Rumah
TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan Presiden (pilpres) yang dilaksanakan tahun ini ikut melambungkan harga rumah. Pasalnya, tren suku bunga kredit properti stabil tinggi usai pesta demokrasi tersebut.
Salah satu agen pemasaran Marketing TamansariSwara, grup WIKA Realty, Gufron, menyatakan, keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,5 persen ikut memicu kenaikan harga rumah. Hal ini makin diperparah dengan kenaikan harga bahan material.
“(Harga jual) bisa naik hingga 30 persen jika dibandingkan tahun lalu,” ujar Gufron, di REI Expo 2014, Jakarta Convention Center, Ahad, 11 Mei 2014. BI Rate bertahan di angka 7,5 persen sepanjang tujuh bulan terakhir sejak November 2013 lalu, sementara suku bunga kredit properti saat ini berkisar di atas level 10 persen.
Dengan kondisi tersebut, tidak mengherankan berdampak pada penurunan minat konsumen melakukan transaksi. "Akhirnya konsumen menahan diri dulu sampai turun (suku bunga)," tutur Gufron.
Hal senada diungkapkan Kusdinar, agen pemasaran Vila Bogor Indah. Ia menilai suku acuan bank saat ini cukup memberatkan konsumen. "Sebelumnya kami bermain aman di kisaran 7 persen, sekarang rata-rata (bunga KPR) 9-11 persen," katanya.
Untuk mensiasati hal ini, kata Kusdinar, sejumlah konsumen mulai beralih menggunakan suku bunga syariah meskipun dengan harga uang muka rumah yang terbilang tinggi. "Suku bunganya tetap hingga akhir, jadi tanpa bingung harus memikirkannya lagi," ucapnya.
Sumber : Tempo.co ; Jayadi Supriadin
Salah satu agen pemasaran Marketing TamansariSwara, grup WIKA Realty, Gufron, menyatakan, keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,5 persen ikut memicu kenaikan harga rumah. Hal ini makin diperparah dengan kenaikan harga bahan material.
“(Harga jual) bisa naik hingga 30 persen jika dibandingkan tahun lalu,” ujar Gufron, di REI Expo 2014, Jakarta Convention Center, Ahad, 11 Mei 2014. BI Rate bertahan di angka 7,5 persen sepanjang tujuh bulan terakhir sejak November 2013 lalu, sementara suku bunga kredit properti saat ini berkisar di atas level 10 persen.
Dengan kondisi tersebut, tidak mengherankan berdampak pada penurunan minat konsumen melakukan transaksi. "Akhirnya konsumen menahan diri dulu sampai turun (suku bunga)," tutur Gufron.
Hal senada diungkapkan Kusdinar, agen pemasaran Vila Bogor Indah. Ia menilai suku acuan bank saat ini cukup memberatkan konsumen. "Sebelumnya kami bermain aman di kisaran 7 persen, sekarang rata-rata (bunga KPR) 9-11 persen," katanya.
Untuk mensiasati hal ini, kata Kusdinar, sejumlah konsumen mulai beralih menggunakan suku bunga syariah meskipun dengan harga uang muka rumah yang terbilang tinggi. "Suku bunganya tetap hingga akhir, jadi tanpa bingung harus memikirkannya lagi," ucapnya.
Sumber : Tempo.co ; Jayadi Supriadin
TUGAS III SOFTSKILL AKUNTANSI INTERNASIONAL
Soal
1.
Apa saja empat langkah dalam melakukan analisis usaha dengan menggunakan
laporan keuangan? Mengapa dalam masing –
masing tahap analisis dalam konteks lintas batas lebih sukar dibandingkan
dengan analisis dalam suatu negara?
Jawaban :
Empat langkah dalam melakukan analisis
usaha dengan menggunakan laporan keuangan yaitu :
1.
Analisis
Strategi Usaha Internasional
2.
Analisis
Akuntansi
3.
Analisis
Keuangan
4.
Analisis
Prospektif Internasional
Dalam masing – masing
tahap analisis dalam konteks lintas batas lebih sukar dibandingkan dengan
analisis dalam suatu negara karena kurang andalnya informasi mengenai
perkembangan makro ekonomi yang disebabkan seperti berikut ini :
1. Karena
keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan
menggunakan metode riset tradisional menjadi sukar dilakukan.
2.
Karena
perbedaan antar negara dalam kualitas pengukuran, pengungkapan dan kualitas
audit.
3. Karena adanya perbedaan budaya, serta
kondisi persaingan dan ekonomi lokal mempengaruhi interpretasi ukuran akuntansi
dan rasio keuangan sehingga tahap analisis dalam konteks antar batas lebih
sukar dibandingkan dengan analisis dalam 1 negara.
Soal
2. Jika anda diminta untuk memberikan lima rekomendasi terpenting
yang dapat anda
pikirkan kepada pihak – pihak
lain yang sedang menganalisis laporan keuangan asing, apa saja rekomendasi
tersebut?
Jawaban :
Apabila saya diminta memberikan lima
rekomendasi kepada pihak – pihak
lain yang sedang menganalisis laporan keuangan asing maka saya
akan memberikan lima rekomendasi
, yaitu:
- Memahami sistem akuntansi dan praktik bisnis.
- Memahami variabel lingkungan seperti pendanaan eksternal, keterkaitan politik dan ekonomi suatu Negara.
- Memperhatikan budaya dan nilai sosial yang mempengaruhi sistem akuntansi.
- Harus memperhatikan ketepatan waktu, bahasa dan termonologi.
- Memperhatikan perbedaan pengukuran akuntansi.
22/04/14
Tugas II Softskill Akuntansi Internasional
1.
Apa cakupan dari istilah informasi
yang melihat masa depan?
Jawab :
a.
Laporan rencana manajemen dan tujuan
operasi di masa depan.
b.
Ramalan pendapatan, laba rugi, laba rugi
per tahun ( EPS ), pengeluaran modal, dan juga pos keuangan lainnya.
c.
Informasi
prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu
pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos, periode fiskal, dan proyeksi
jumlah
2.
Jelaskan secara singkat perbedaan
antara pengukuran akuntansi dan pengungkapan akuntansi. Dari dua proses
akuntansi ini manakah yang menurut anda akan menunjukan kemajuan inovatif besar
selama 10 tahun mendatang? Mengapa?
Jawab :
Pengukuran akuntasi :
Proses mengidentifikasikan, mengelompokkan dan menghitung aktivitas
ekonomi atau transaksi. Pengukuran ini memberikan masukan mendalam mengenai
profitabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya.
Pengungkapan akutansi :
Standard dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber
keuangan, sistem hukum, ikatan politik dan ekonomi, tingkat pembangunan
ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya.
Yang menunjukkan kemajuan inovatif yang besar selama 10 tahun mendatang
adalah pengungkapan akuntansi, karena meskipun praktik pegungkapan sangat
berbeda-beda di setiap Negara, tetapi sekarang perlahan mulai timbul kemiripan
(konvergensi) dengan secara sukarela mengadopsi standar pelaporan keuangan
internasioal (IFRS) atau GAAP Amerika serikat, mematuhi ketentuan pasar bursa
efek dan badan regulator domestic dan luar negeri memberikan respon terhadap
berbagai permintaan informasi yang diajukan para investor dan analis.
3.
Jelaskan alasan – alasan perusahaan dengan
operasi luar negeri melakukan translasi?
Jawab
:
Alasan untuk translasi mata uang asing adalah
1. untuk mencatat transaksi mata uang asing
2. mengukur resiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang asing
3. berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri
Alasan untuk translasi mata uang asing adalah
1. untuk mencatat transaksi mata uang asing
2. mengukur resiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang asing
3. berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri
Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan
menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan
untuk mendapatkan pemahaman yang utuh atas operasi perusahaan, baik domestic
dan luar negeri. Untuk itu untuk mencapai hal ini laporan keuangan anak
perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang
dengan mata uang pelaporan induk perusahaan.
Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut Translasi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi (pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik).
Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut Translasi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi (pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik).
4.
Sebutkan keuntungan dan kerugian
dari translasi?
Jawab
:
Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing :
a.
Penagguhan
Perubahan nilai ekuivalen mata uang
domestic dari aktiva bersih anak perusahaan luar negeri tidak direalisasikan
dan tidak berpengaruh terhadap arus kas mata uang local yang dihasilkan dari
entitas asing. Penyesuaian translasi harus diakumulasikan secara terpisah
sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi.
b.
Pengangguhan
dan Amortisasi
Penangguhan keuntungan atau kerugian
translasi dan melakukan amortisasi penyesuaian ini selama masa manfaat pos-pos
neraca terkait, terutama yang terkait dengan utang akan ditangguhakan dan
diamortisasi selama umur aktiva tetap terkait, yaitu dibebankan terhadap laba
dengan cara yang sama dengan beban depresiasi atau ditangguhkan dan
diamortisasi selama sisa masa pinjaman sebagai penyesuaian terhadap beban
bunga.
c.
Penangguhan
parsial
Keuntungan dan kerugian translasi
adalah dengan mengakui kerugian sesegera mungkin setelah terjadi, tetapi
mengakui keuntungan hanya setelah direalisasikan, hal ini semata-mata hanya
karena merupakan keuntungan, tetap mengabaikan terjadinya perubahan kurs.
d.
Tidak
ditangguhkan
Mengakui keuntungan dan kerugian
translasi dalam laporan laba rugi sesegera mungkin. Namun, memasukkan
keuntungan dan kerugian translasi dalam laba tahun berjalan akan memperkenalkan
elemen acak ke dalam laba sehingga dapat menghasilkan fluktuasi laba yang
sangat signifikan apabila terjadi perubahan kurs nilai tukar.
Keuntungan dan kerugian translasi
ini mencerminkan kenaikan atau penurunan ekuitas investasi dalam mata uang
domestic dan harus diakui.
5.
Apa saja yang harus diungkapkan
oleh perusahaan yang melakukan pelaporan?
Jawab :
Pada umunya terdapat lima macam informasi kualitatif yang perlu
diungkapkan terhadap setiap pos dan jumlah yang tercantum dalam laporan
keuangan, yaitu :
a.
Ketidakpastian (Contigencies)
Yaitu peristiwa-peristiwa yang kemungkinan akan terjadi di masa yang akan datang dan mempengaruhi secara material terhadap keadaan keuangan perusahaan. Unsur-unsur ketidakpastian tentang suatu transaksi yang kemungkinan akan terjadi dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian.
Unsur ketidakpastian yang menimbulkan suatu keuntungan, dapat meliputi semua klaim atau hak yang terjadinya belum dapat dipastikan tetapi ada kemungkinan akan menjadi hak milik perusahaan yang sah. Sehingga ketidakpastian yang menimbulkan keutungan ini tidak dicatat sampai dengan transaksi tersebut benar-benar terjadi. Dan dapat diungkapkan sebagai informasi tambahan dari neraca, apabila tingkat kepastiannya cukup besar.
Sebaliknya kemungkinan timbulnya suatu kerugian harus diakui/dicatat dengan dibebankan kepada laba (rugi) periodik dan mengakuinya sebagai hutang. Kadang-kadang suatu kerugian di masa yang akan datang hanya merupakan suatu kemungkinan yang bisa terjadi dan tidak sebagai satu-satunya kemungkinan sehingga adanya suatu hutang (kewajiban) tidak perlu dicatat.
Yaitu peristiwa-peristiwa yang kemungkinan akan terjadi di masa yang akan datang dan mempengaruhi secara material terhadap keadaan keuangan perusahaan. Unsur-unsur ketidakpastian tentang suatu transaksi yang kemungkinan akan terjadi dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian.
Unsur ketidakpastian yang menimbulkan suatu keuntungan, dapat meliputi semua klaim atau hak yang terjadinya belum dapat dipastikan tetapi ada kemungkinan akan menjadi hak milik perusahaan yang sah. Sehingga ketidakpastian yang menimbulkan keutungan ini tidak dicatat sampai dengan transaksi tersebut benar-benar terjadi. Dan dapat diungkapkan sebagai informasi tambahan dari neraca, apabila tingkat kepastiannya cukup besar.
Sebaliknya kemungkinan timbulnya suatu kerugian harus diakui/dicatat dengan dibebankan kepada laba (rugi) periodik dan mengakuinya sebagai hutang. Kadang-kadang suatu kerugian di masa yang akan datang hanya merupakan suatu kemungkinan yang bisa terjadi dan tidak sebagai satu-satunya kemungkinan sehingga adanya suatu hutang (kewajiban) tidak perlu dicatat.
b.
Dasar Penilaian dan
Kebijakan Akuntansi
Pengungkapan
tentang dasar atau metode penilaian yang digunakan perusahaan seperti, metode
penilaian persediaan perlu diungkapkan dalam laporan keuangan.
c.
Perubahan Akuntansi
Yaitu pengungkapan terhadap perubahan atas kebijakan yang digunakan perusahaan seperti perubahan metode penilaian persediaan dari FIFO menjadi LIFO dan sebagainya.
Yaitu pengungkapan terhadap perubahan atas kebijakan yang digunakan perusahaan seperti perubahan metode penilaian persediaan dari FIFO menjadi LIFO dan sebagainya.
d.
Keterikatan dengan Suatu
Perjanjian atau Kontrak
Yaitu
pengungkapan mengenai adanya pembatasan-pembatasan atau keterikatan dari satu
atau lebih aktiva terhadap hutang/kontrak.
e.
Peristiwa - Peristiwa Kemudian
Setelah Tanggal Neraca
Penjelasan
tentang suatu kejadian/peristiwa yang (telah terjadi sesudah tanggal neraca)
tetapi sebelum laporan keuangan dipublikasikan merupakan informasi penting yang
perlu diungkapkan.
Peristiwa yang terjadi setelah tanggal neraca dan sebelum laporan keuangan dipublikasikan antara lain :
a) Peristiwa yang mempengaruhi secara langsung jumlah elemen yang disajikan dalam laporan keuangan.
Peristiwa ini muncul karena pengetahuan yang tidak lengkap selama periode akuntansi dan hasil dari perubahan-perubahan dalam penilaian estimasi baru diperoleh setelah tanggal neraca.
b) Peristiwa yang dapat mengubah secara material validitas penilaian neraca atau hubungan diantara pemegang saham atau yang secara material validitas mempengaruhi manfaat kegiatan yang dilaporkan tahun sebelumnya sebagai prediksi periode berjalan.
Peristiwa ini tidak secara langsung mempengaruhi laporan keuangan periode sebelumnya tetapi dapat mempengaruhi keputusan yang diambil atas dasar laporan tersebut.
c) Kejadian-kejadian yang mungkin mempengaruhi secara material operasi atau penilaian di masa yang akan datang.
Kejadian-kejadian ini memiliki pengaruh yang tidak diketahui atau tidak pasti terhadap pendapatan dan penilaian di masa yang akan datang.
Sumber :
10/04/14
Astra Sedaya Finance dapat utang Rp 1,95 T dari 30 bank Asia
MERDEKA.COM. Perusahaan pembiayaan, PT Astra Sedaya Finance (ASF) mendapatkan fasilitas pinjaman USD 670 juta atau Rp 1,95 triliun. Dana tersebut digunakan untuk sebagai modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor.
Presiden Direktur ASF, Jodjana Jody, mengatakan dana tersebut berasal dari Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2014 dan dari Syndicated Loan lebih dari 30 bank di Jepang, Taiwan dan Asia lainnya.
"Untuk memenuhi target di tahun 2014 tentunya kami membutuhkan pendanaan dari obligasi, pinjaman dan juga dari alternatif pendanaan lainnya," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (11/4).
Perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam grup pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) ini akan menerbitkan obligasi dengan Tingkat Bunga Tetap tahap III terdiri dari 3 Seri. Seri A dengan jangka waktu 370 hari dengan bunga 9,60 persen, Seri B dengan jangka waktu 36 bulan dengan bunga 10,50 persen dan Seri C dengan jangka waktu 48 bulan dengan bunga 10,60 persen.
Adapun penjamin pelaksana emisi obligasi adalah BCA Sekuritas, CIMB Securitas Indonesia, DBS Vickers Securities Indonesia, Indo Premier Securities dan Standard Chartered Securities Indonesia. Untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan Tahap III ini ASF memperoleh peringkat AAA (idn) dari Fitch.
Syndicated Loan dari Bank-Bank Jepang, Taiwan dan Asia lainnya menghasilkan pendanaan sebesar USD 670 juta untuk ASF. Bertindak sebagai mandated lead arranger adalah The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., CIMB Bank Berhard, Singapore Branch, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd., CTBC Bank Co., Ltd., DBS Bank Ltd.,
Sumber : Merdeka.com
Presiden Direktur ASF, Jodjana Jody, mengatakan dana tersebut berasal dari Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2014 dan dari Syndicated Loan lebih dari 30 bank di Jepang, Taiwan dan Asia lainnya.
"Untuk memenuhi target di tahun 2014 tentunya kami membutuhkan pendanaan dari obligasi, pinjaman dan juga dari alternatif pendanaan lainnya," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (11/4).
Perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam grup pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) ini akan menerbitkan obligasi dengan Tingkat Bunga Tetap tahap III terdiri dari 3 Seri. Seri A dengan jangka waktu 370 hari dengan bunga 9,60 persen, Seri B dengan jangka waktu 36 bulan dengan bunga 10,50 persen dan Seri C dengan jangka waktu 48 bulan dengan bunga 10,60 persen.
Adapun penjamin pelaksana emisi obligasi adalah BCA Sekuritas, CIMB Securitas Indonesia, DBS Vickers Securities Indonesia, Indo Premier Securities dan Standard Chartered Securities Indonesia. Untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan Tahap III ini ASF memperoleh peringkat AAA (idn) dari Fitch.
Syndicated Loan dari Bank-Bank Jepang, Taiwan dan Asia lainnya menghasilkan pendanaan sebesar USD 670 juta untuk ASF. Bertindak sebagai mandated lead arranger adalah The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., CIMB Bank Berhard, Singapore Branch, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd., CTBC Bank Co., Ltd., DBS Bank Ltd.,
Sumber : Merdeka.com
Pemerintah Pasrah Freeport Tak Setor Dividen
TEMPO.CO , Jakarta:Pemerintah pesimistis perusahaan tambang asal Amerika Serikat, PT Freeport Indonesia, mau menyetorkan dividen pada tahun ini kepada negara. "Kami sudah beberapa kali minta agar membagikan dividen, tapi karena kepemilikan negara kurang dari 10 persen maka kecil kemungkinan usul kami disepakati oleh pemegang saham mayoritas," kata Deputi Bidang Industri Primer Kementerian Badan Ushaa Milik Negara (BUMN), Zamkhani, kepada Tempo, Kamis, 10 Maret 2014. (baca:Rugi Kurs, Target Setoran Dividen Tak Tercapai)
Menurut dia, dividen Freeport pada tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun hingga kini belum disetorkan. Biasanya, perusahaan itu membayar dividen dimuka sebanyak tiga atau empat kali. "Jadi begitu rapat umum pemegang saham, biasanya ditetapkan sama dengan yang telah dibayarkan sehingga tidak ada lagi setoran tambahan." (baca:2013, Freeport Indonesia Tak Bayar Dividen)
Dengan tidak masuknya setoran pada tahun ini, dia menduga rapat umum yang bakal digelar April atau Mei nanti dipastikan tidak ada pembagian dividen."Itu pertanda tak ada dividen," kata Zamkhani.
Sebelumya Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin mengatakan, target dividen BUMN 2013 sebesar Rp 40 triliun tidak tercapai. Realisasinya, perusahaan milik negara hanya bisa menyetor sekitar Rp 37,5 sampai Rp 38,5 triliun. "Ini tahun buku 2013 yang akan dibayarkan dalam APBN 2014," ujarnya.
Dia menjelaskan, tidak tercapainya target setoran dividen 2013 lantaran situasi ekonomi tahun lalu membuat beberapa BUMN mengalami rugi kurs. Dia mencontohkan PLN yang tidak menyetor deviden karena merugi. Begitu juga Freeport yang tidak membayarkan deviden karena membutuhkan dana untuk ekspansi.
Untuk kekurangan tersebut, Yasin mengatakan Kementerian berencana berkoordinasi Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Selain itu Kementerian juga akan melaporkan kepada DPR untuk menjelaskan bahwa dividen yang akan disetor dalam APBN P tidak tercapai.
Pada 2013, laba BUMN tercatat sebesar Rp150,7 triliun. Angka ini lebih tinggi sedikit dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya Rp150 triliun. Menyoal target laba dan pendapatan sepanjang tahun ini, Yasin mengakui, masih terdapat sekitar 20-30 BUMN yang belum menyelenggarakan rapat umum pemegang saham. "Kalau sudah rapat umum, baru kami tahu rencananya." (ANANDA PUTRI)
Sumber : TEMPO.CO
Langganan:
Postingan (Atom)