MERDEKA.COM. Perusahaan pembiayaan, PT Astra Sedaya Finance (ASF) mendapatkan fasilitas pinjaman USD 670 juta atau Rp 1,95 triliun. Dana tersebut digunakan untuk sebagai modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor.
Presiden Direktur ASF, Jodjana Jody, mengatakan dana tersebut berasal dari Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2014 dan dari Syndicated Loan lebih dari 30 bank di Jepang, Taiwan dan Asia lainnya.
"Untuk memenuhi target di tahun 2014 tentunya kami membutuhkan pendanaan dari obligasi, pinjaman dan juga dari alternatif pendanaan lainnya," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (11/4).
Perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam grup pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) ini akan menerbitkan obligasi dengan Tingkat Bunga Tetap tahap III terdiri dari 3 Seri. Seri A dengan jangka waktu 370 hari dengan bunga 9,60 persen, Seri B dengan jangka waktu 36 bulan dengan bunga 10,50 persen dan Seri C dengan jangka waktu 48 bulan dengan bunga 10,60 persen.
Adapun penjamin pelaksana emisi obligasi adalah BCA Sekuritas, CIMB Securitas Indonesia, DBS Vickers Securities Indonesia, Indo Premier Securities dan Standard Chartered Securities Indonesia. Untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan Tahap III ini ASF memperoleh peringkat AAA (idn) dari Fitch.
Syndicated Loan dari Bank-Bank Jepang, Taiwan dan Asia lainnya menghasilkan pendanaan sebesar USD 670 juta untuk ASF. Bertindak sebagai mandated lead arranger adalah The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., CIMB Bank Berhard, Singapore Branch, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd., CTBC Bank Co., Ltd., DBS Bank Ltd.,
Sumber : Merdeka.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar