BEIJING - Bank-bank China terus melaporkan penurunan pada kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). Kredit bermasalah mulai turun, setelah adanya ekspansi kredit besar-besaran pada 2009 dan penurunan baru-baru dalam pertumbuhan ekonomi.
Ekonom Senior Oxford Economics, Adam Slater, mengatakan ada sejumlah pendekatan yang menunjukkan bahwa kualitas aset yang secara substansial bisa menjadi lebih buruk daripada angka resmi.
"Kredit macet jauh lebih tinggi setelah ekspansi kredit besar sebelumnya di China pada 1990-an," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/5/2014).
Secara resmi, kredit macet China yang dilaporkan oleh bank-bank Cina pada 2013 mencapai 592 miliar reminbi, naik 20 persen dari tahun sebelumnya. Namun, tingkat NPL masih tetap rendah, hanya 1 persen dari pinjaman.
Saham perbankan China kini diperdagangkan di bawah nilai buku, karena adanya pengalaman Jepang tahun 1990-an, dan bukti sejarah cross-country pada NPL setelah booming kredit, menunjukkan NPL jauh lebih tinggi saat pelaporan.
"Situasi di China diperumit oleh pertumbuhan besar sektor shadow banking, di mana banyak aset bermasalah mungkin disembunyikan. Secara keseluruhan, rasio kredit macet dari 10-20 persen dari yang terlihat sangat mungkin, setara dengan 6-12 triliun reminbi atau USD1-1,9 triliun," tukas dia.
Proyeksi sederhana berdasarkan pengalaman 1990 menunjukkan rasio NPL jauh lebih tinggi setelah adanya laporan resmi. Dari periode 1995-1999, pangsa NPL naik 13 persen, sedangkan rasio kredit per GDP meningkat 27 persen. "Dari 2008-2012, rasio kredit per GDP meningkat 30 persen, menyiratkan kemungkinan kenaikan dalam rasio NPL sekitar 15 persen," tukas dia. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/05/09/213/982762/nasabah-kredit-bermasalah-china-mulai-turun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar